Selasa, 08 Januari 2013

salat jama'ah



DENGARKANLAH RASULULLAH       DAN TAATLAH...!!!!!
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya, sesungguhnya ingin rasanya aku menyuruh mengumpulkan kayu bakar hingga terkumpul, kemudian aku perintahkan sholat dan diadzankan buatnya, kemudian aku perintahkan seseorang untuk mengimami orang-orang itu, lalu aku mendatangi orang-orang yang jiwaku tidak menghadiri sholat berjama'ah itu dan aku bakar rumah mereka. Demi Allah yang ada di tangan-Nya, seandainya salah seorang di antara mereka tahu bahwa ia akan mendapatkan tulang berdaging gemuk atau tulang paha yang baik niscaya ia akan hadir (berjamaah) dalam sholat Isya' itu. (Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut riwayat Bukhari).

rokok

HUKUM-NYA ROKOK
v Sabda Rasulullah       :
“Barangsiapa meminum racun hingga mati, maka
racun itu akan berada di tangannya dan diminumnya di
neraka Jahannam selama-lamanya.”(H.R; Muslim)
Ø  Rokok mengandung racun (nikotin) yang
membunuh penghisapnya perlahan-lahan dan
menyiksanya.
v Sabda Rasulullah        :
Barangsiapa yang makan bawang putih atau
bawang merah, hendaknya ia menyingkir dari kami dan
menyingkir dari masjid kami dan cukuplah ia duduk di
rumahnya.”(H.R; Bukhari dan Muslim).
Ø  Rokok lebih busuk baunya daripada bawang putih
atau bawang merah.
Ø  Sebagian besar ahli fiqih mengharamkan rokok.
Sedang yang tidak mengharamkannya belum melihat
bahayanya yang nyata, yaitu penyakit kanker.
v Rasulullah bersabda       :
 “Tidak boleh membahayakan diri sendiri atau
orang lain.”(H.R; Ahmad)
Ø  Rokok membahayakan bagi si perokok, dan orang lain
Ø  Cintailah Allah dan rasul-Nya beserta para sahabat dan kaum muslim & mukmin
Jika engkau mencintai Allah     dan Rasul-Nya ,maka dengarlah dan taatilah .dan janganlah engkau menuruti hawa nafsu.

pendapat imam 4



Berikut ini disebutkan beberapa pendapat imam
mazhab yang dapat menjelaskan sebuah kebenaran kepada para pengikut mereka:
Imam Abu Hanifah rahimahullah
yang ajaran-ajaran fiqihnya menjadi pijakan orang, pernah berkata :


•Tidak boleh seseorang mengambil pendapat kami
sebelum tahu dari mana kami mengambilnya.
•Haram hukumnya bagi orang yang tidak
mengetahui dalil yang saya pergunakan, kemudian
ia memberi fatwa dengan kata-kata saya. Karena
saya adalah manusia biasa, yang sekarang bicara
sesuatu dan besok tidak bicara itu lagi.
•Jika saya mengucapkan pendapat yang
bertentangan dengan Al Qur’an dan hadits Nabi ,
maka tinggalkanlah perkataan saya.
Ibnu 'Abidin berkata dalam bukunya: “Jika hadits
itu shahih dan bertentangan dengan mazhab, maka
haditslah yang dipakai dan itulah mazhabnya. Dan
dengan mengikuti hadits itu tidak berarti penganutnya
telah keluar dari pengikut Abu Hanifah.
Diriwayatkan dari Abu Hanifah bahwa beliau
pernah berkata: “Jika hadits itu benar maka itulah
mazhab saya.”




Imam Malik rahimahullah
imamnya penduduk Madinah, pernah berkata:



Sesungguhnya aku adalah manusia biasa yang bisa
salah dan benar. Maka perhatikan secara kritis
pendapatku. Yang sesuai dengan kitab Allah dan
sunnah Nabi-Nya, maka ambillah. Dan setiap
pendapatku yang tidak sesuai dengan kitab Allah
dan sunnah Nabi-Nya, maka tinggalkanlah.

Setiap orang sesudah Nabi  bisa diambil
ucapannya dan bisa ditinggalkan, kecuali pemilik
kubur ini ( Nabi muhammad     )




Imam Syafi’i rahimahullah
dari keluarga Ahli Bait,pernah berkata:


•Setiap orang ada yang pendapatnya sesuai dengan sunnah Rasulullah          dan ada yang tidak,
meskipun saya berpendapat berdasarkan hadits Rasulullah             ,
tapi kenyataannya bertentangan dengan ucapan Rasulullah           ,
maka pendapat yang benar adalah ucapan Rasulullah dan itulah pendapat saya.
•Umat Islam telah melakukan Ijma’ bahwa
barangsiapa yang jelas baginya dalil berupa sunnah Rasulullah          ,
maka tidak dihalalkam bagi seorangpun untuk meninggalkannya
karena condong kepada pendapat orang lain.
•Jika engkau mendapatkan hal-hal yang bertentangan dengan sunnah Rasulullah      dalam buku saya, maka ikutilah ucapan Rasulullah         dan itulah pendapat saya juga.
•Ia pernah berkata kepada Imam Ahmad bin Hanbal: ”Anda lebih pandai dari saya tentang
hadits dan keadaan para perawi hadits, jika anda tahu bahwa sesuatu hadits itu shahih
maka beritahukan kepada saya sehingga saya akan berpendapat dengan hadits itu.”
•Setiap masalah, yang mempunyai dasar hadits shahih menurut para ahli hadits,
dan bertentangan dengan pendapatku, maka saya akan kembali
kepada hadits tersebut selama hidup saya atau sesudah mati.




Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah,
imamnya para pengikut ahli sunnah, pernah berkata:


•Jangan engkau bertaklid kepadaku atau Imam Malik,
atau Imam syafi’i atau Imam Auza’i atau Imam Ats-Tsauri,
tapi ambillah dari mana asal mereka mengambil dasarnya.
•Barangsiapa menolak hadits Rasulullah         , maka ia telah berada di tepi jurang kehancuran.
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar,
niscaya Allah memperbaiki bagimu amalmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu.
Dan barangsiapa menta'ati Allah dan Rasul-Nya,
maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.”
(Q.S; Al Ahzab: 70-71).
Selanjutnya, ketahuilah bahwa perkataan yang paling benar adalah kitab Allah,
sebaik-baik  petunjuk  adalah petunjuk Muhammad         ,
dan seburuk-buruk perkara adalah perkara yang diada-adakan. 
Semua perkara yang diada-adakan adalah bid’ah,
semua yang bid’ah adalah sesat  dan semua yang sesat akan membawa ke neraka